bangunkan kalau berarti mati apalah arti karena semua memang tak berarti, maka
bangunkan
mimpi yang terlalu dalam membuat lupa dan ketagihan menjadi enggan, maka
bangunkan
bosan selalu berulang bertualang lalu kembali pulang pun tiada kesesuaian jalan, maka
bangunkan
lari tak kembali hanya kembali pada lari yang tak terhenti mungkin hanya bisa menunggu mati,
mimpi
Wednesday, January 29, 2014
Sunday, January 26, 2014
Penny Lan'e/d'
January 8, 2014 at 9:30am
ey ey ey..
penolakan keterjebakan, ditindak tersangka pemangkiran kejamakan
terdakwa ironi definisi idealis, yang didengki-i keterlepasannya
mengungkit definisi memaksa pasang acuan satu ke satu lain
ah.. menilai untuk mengerti, menghakimi saat gagal memahami
|parajamak |korbandefinisi pun bernyanyi |keseharusnyaan
then we'll be dancing with each own style
free style
semuanya.. semaaauuunya..
|samasamasaja |lalulupa
..Lucy in the Sky with Diamond..Lucy in the Sky with Diamond..
..Golden Slumbers fill your eyes..Sleep pretty darling do not cry..
..The Fool on The Hill..Sees the sun going down..See the world spinning around..
Baby you're a rich man..Baby you're a rich man..
baby you're a rich man too
You keep all your money in a big brown bag
inside a zoo
what a thing to do
Baby you're a rich man..Baby you're a rich man..
How does it fell to be
one of the beautiful
people
?

Baguslah, Sejuk..
Seharian hujan, dari pagi sampai petang,
dari gelap sampai terang
Haaa... Baguslah, sejuk..
Gemerisik tak berisik, seperti bantu buang pengusik,
yang selalu terlekat layang pikiran.
Arusnya menjadi kencang, karena beratnya bertambah,
jumlah yang meningkat maka menggenang.
Haaa... Baguslah, sejuk..
Seperti tak hidup juga tak mati, terjebak repetisi
lalu lupa laku lagi tradisi tra ada isi.
Bersungut sungut memaki, sumpah serapah terteriaki,
tirai air basahi bumi, mencuri indera sadari diri ~sendiri
Haaa... Baguslah, sejuk..
Langit rindu bumi setengah mati,
bersetubuh mereka peluhi hari,
Basah
Indah
Hapus
Luap
Sadari
Lalulupa
Kepenuhannya seperti duka
Kekosongannya menjadi suka
Penolakannya menjadi manusia
Untunglah hujan selalu setia.
Menanti memati-i
Baguslah, sejuk..
January 12, 2014 at 10:03pm
January 12, 2014 at 10:03pm
Saturday, January 25, 2014
PLeuK
Payung yang tergeletak terabaikan, tidak tak berguna,
karena terabaikan lah gunanya.
Angin yang berpLeuK hujan berdansa kasar, saking mesra
dan rindu keduanya, menggerus dunia.
Apalah yang lebih lembut daripada air, yang lebih
halus daripada angin, selain api.
Alirannya yang pasti dengan arah yang jelas, pasti ke
segala arah jelas tak tertebak, meledak.
Setarikan senyum yang melepaskan semuanya di hadapan
tatapan mata yang sungguh terasa pulang.
Jendela jiwa yang sekadar lolosan cahaya panasnya
lebih dari cukup menghangatkan di tengah hujan.
Senada dalam tarikan seirama dalam hembusan bernapas
yang terlupa menjadi disadari seperti amarah yang gelisah menemukan emosi yang
mewadahinya.
Api kecil menari ikuti angin bersama cahaya terbias
indah oleh butir air segudang cerita meluap lepas gegas tanpa bekas.
Hangatnya menyejukan, di antara dua batang dekapan yang
melindungi dari angin dan meneduhkan dari hujan ada api kecil menyala tenang; yang
lebih dari luas dari cukup, lebih pulang dari rumah , lebih indah dari
kematian.
Friday, January 24, 2014
Sekaleng Bintang
Gelap malam tanpa awan tanpa bulan berjerawat bintang. Manis, seperti gadis berbintik yang menggebu ingin tahu. Memandanginya, bintang bukan jerawat, seperti terlarut dalam jutaan rasa, hingga pada saatnya tersentak kalau rasa itu rasanya tak ada. Itu pun rasa.
Untuk apa berjuang kalau bukan mendapatkan, untuk apa berjalan kalau hanya menikmati kebetulan. Apakah harus semua sama sama bersaing dalam kepemilikan dan menjalani dalam mempertahankan. Sama namun tak bersama-sama.
Pandangi langit penuh bintang, menenangkan. Angin menepuk pundak berbisik manis, genggamlah dan reguklah betapa manisnya bintang. Teguk dengan kehausan dan nikmati kesederhanaan yang kompleks darinya. Kalengkan lah bintang untukmu seorang.
Tas plastik berlogo perusahaan, berisi sekaleng bintang dan hanya untuk seorang. Dinginnya yang menghangatkan, sepinya yang menemani, pahit yang mengerti dan kantuknya yang diharapkan. Untuk apa terus tersadar dalam mimpi, ingin tidur saja dan menikmati: kebebasan, yang selalu indetik dengan melarikan diri.
Sekaleng bintang seperti pesan, isinya sayang dari langit kepada ku seorang. Mari lupakan bumi dan melayang lah bersamaku, katanya. Memang, perselingkuhan itu menyenangkan. Kesementaraan yang mengabadikan, memori yang menenangkan di saat keterjebakan begitu menekan.
Pinjam jerawatmu gadis langit hitam manis, bintik terang yang menenangkan akan kukalengkan agar menyenangkan. Teman yang dingin menghangatkan, tak peduli penuh perhatian, tak selalu bersama namun selalu ada. Kesekadaran yang begitu mendalam. Hei, malam. Kubersulang untuk pertanyaan retoris what life is tanpa koma tanpa tanda tanya.
~menikmati tanpa menikahi.
~apa tu?
~menjanda bung.
~ah -_________-")
.genangankarawangduempatnolsatu'14.
Wednesday, January 22, 2014
ngeKasih
Kasih, yang tak terkenali namun terasakan.
Menanti, setiap suatu waktu tanpa perlu berjanji.
Senangkan, karena tidak pasti.
Tenangkan, terbebas dari ikatan dan terutama tuntutan.
Setiap keseharusnyaan sarat dengan keinginan, tuntutan.
Perbandingan menuntut kesesuaian demi penyederhanaan, degradasi.
Ketidak mau terimaan akan kompleksitas yang tak sejatinya tak perlu dibahas, jamak.
Kehadiran setitik danau untuk segelas cerita itu menyeimbangkan, kebebasan.
Tak perlu bongkar pasang sejarah diri, hanya buat waktu berlalu dan cinta mati menunggu.
Kasih, rasanya..
Tenggelam dalam aroma yang tak dikenali namun dalam tenang dan luas.
Peluk ingin.
Terkejut oleh kontak kilat sensasi yang melemparkan kepada klimaks enggan turun kembali.
Kecup ingin.
Terlarut lewat lembut perjalanan tanpa akhir dari setiap sudut cerita yang selalu baru.
Usap ingin.
Singgahi saja menemani, tanpa perlu bercerita diri.
Bersama dalam diam, untuk berusaha memang merepotkan.
Biarkan hanya dan saja, berdua seperiode keabadian bebas.
Rasanya, rasa-rasai saja..
Biar matahari yang mendefinisi.
Biar secangkir kopi yang menemani.
Biar bulan yang menyatakan.
Kasih seharian yang tak kan pernah terlupakan, kasih semalaman yang tak daya terluapkan, kasih sesorean yang tak ayal semacam keselama-lamanyaan.
Menanti, setiap suatu waktu tanpa perlu berjanji.
Senangkan, karena tidak pasti.
Tenangkan, terbebas dari ikatan dan terutama tuntutan.
Setiap keseharusnyaan sarat dengan keinginan, tuntutan.
Perbandingan menuntut kesesuaian demi penyederhanaan, degradasi.
Ketidak mau terimaan akan kompleksitas yang tak sejatinya tak perlu dibahas, jamak.
Kehadiran setitik danau untuk segelas cerita itu menyeimbangkan, kebebasan.
Tak perlu bongkar pasang sejarah diri, hanya buat waktu berlalu dan cinta mati menunggu.
Kasih, rasanya..
Tenggelam dalam aroma yang tak dikenali namun dalam tenang dan luas.
Peluk ingin.
Terkejut oleh kontak kilat sensasi yang melemparkan kepada klimaks enggan turun kembali.
Kecup ingin.
Terlarut lewat lembut perjalanan tanpa akhir dari setiap sudut cerita yang selalu baru.
Usap ingin.
Singgahi saja menemani, tanpa perlu bercerita diri.
Bersama dalam diam, untuk berusaha memang merepotkan.
Biarkan hanya dan saja, berdua seperiode keabadian bebas.
Rasanya, rasa-rasai saja..
Biar matahari yang mendefinisi.
Biar secangkir kopi yang menemani.
Biar bulan yang menyatakan.
Kasih seharian yang tak kan pernah terlupakan, kasih semalaman yang tak daya terluapkan, kasih sesorean yang tak ayal semacam keselama-lamanyaan.
Tuesday, January 21, 2014
H(e)A(r)Ti
Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Apakah definisi dari rasa, biasanya rasa yang didefinisi.
Kesesuaian dengan keseharusnyaan itu benar rasanya, ah.. betapa reduksi.
Ilusi dari pemikiran, dengan melupakan dinamakan perasaan.
Apakah definisi dari rasa, biasanya rasa yang didefinisi.
Kesesuaian dengan keseharusnyaan itu benar rasanya, ah.. betapa reduksi.
Ilusi dari pemikiran, dengan melupakan dinamakan perasaan.
Rasio perbandingan idealisme dan kenyataan, rentang antaranya lah yang dirasakan.
Mungkin tipis sangat antara keinginan dan kemampuan, kalau sungguh ingin terkatakan.
Marah dan senang, marah atau senang.
Mungkin tipis sangat antara keinginan dan kemampuan, kalau sungguh ingin terkatakan.
Marah dan senang, marah atau senang.
Sama-sama saja ketakutan, akan kesesuaian dalam keseharusnyaan.
Perasaan merupakan produk dari pemikiran, pemikiran yang penuh pengendapan.
Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Perasaan merupakan produk dari pemikiran, pemikiran yang penuh pengendapan.
Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Memori-memori yang abadi, buah dari cabang-cabang pengalaman.
Rasa mengelilinginya bak lalat pada mayat, seperti aroma perawan ranum dari buah yang tak bisa mati.
Hanya memori yang abadi, terpendam erat dengan rasa melekat.
Rasa mengelilinginya bak lalat pada mayat, seperti aroma perawan ranum dari buah yang tak bisa mati.
Hanya memori yang abadi, terpendam erat dengan rasa melekat.
Momentum ruang waktu seperti kail, siap mengangkat rasa yang menganga dari manusia.
Memento hadir mengangkat rasa, menguak memori dan akhirnya menggetarkan hati.
Perasaan itu produk dari pemikiran, ilusi kalau mau sungguh dikatakan.
Memento hadir mengangkat rasa, menguak memori dan akhirnya menggetarkan hati.
Perasaan itu produk dari pemikiran, ilusi kalau mau sungguh dikatakan.
Pemikiran itu memori bertemu persepsi, persepsi pun adalah gerakan memori yang terkuak rasa.
Akumulasi memori-memori mengendap, menggumpal dalam nama jiwa.
Manusia, gumpalan memori berkerak mengendap yang berselimutkan aroma rasa.
Akumulasi memori-memori mengendap, menggumpal dalam nama jiwa.
Manusia, gumpalan memori berkerak mengendap yang berselimutkan aroma rasa.
Menunggu terkail momentum memento yang mengangkat menguak semua, hati tergetar katanya.
Perasaan produk pemikiran, definisi satu kata bagi kompleksitas rasio kondisi.
Idea dan realita jarak diantaranya sejauh cerita, sebuah cerita dalam satu kata; rasa.
Memori dan persepsi diamini, yang mengimani membentuk imajinasi sempurna.
Idea dan realita jarak diantaranya sejauh cerita, sebuah cerita dalam satu kata; rasa.
Memori dan persepsi diamini, yang mengimani membentuk imajinasi sempurna.
Komparasi pikiran dan badan, jarak di antaranya lah perasaan.
Jarak demikian bercerita dalam sekata senang, jarak sedemikian lain bercerita sekata marah.
Jarak yang berdemikian tetaplah jarak, ketakutan yang menggerakan; hidup.
Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Jarak demikian bercerita dalam sekata senang, jarak sedemikian lain bercerita sekata marah.
Jarak yang berdemikian tetaplah jarak, ketakutan yang menggerakan; hidup.
Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Gumpalan memori persepsi, seiring waktu mengimaji oleh imajinasi.
Idealisme (imaji sempurna) yang menjadi acuan, dalam peraturan kesesuaian keseharusnyaan.
Apakah yang membentuk idea kalau bukan pemasukan, indoktrinasi.
Idealisme (imaji sempurna) yang menjadi acuan, dalam peraturan kesesuaian keseharusnyaan.
Apakah yang membentuk idea kalau bukan pemasukan, indoktrinasi.
Apakah pemikiran kalau bukan perbandingan, rasional.
Apakah perasaan kalau bukan tanggapan akan jarak yang (seakan) memisahkan, ilusi.
Gumpalan pengulangan, mengendap berkerak terlekat.
Apakah perasaan kalau bukan tanggapan akan jarak yang (seakan) memisahkan, ilusi.
Gumpalan pengulangan, mengendap berkerak terlekat.
Memori-memori yang terrepetisi, mengendap berkerak terlekat.
Rasa-rasa yang terdefinisi, keseharusanyaan dan kejamakan dalam arus besar penguasaan.
Korban definisi pemenuh genapan kesesuaian keseharusnyaan, persamaan dalam kejamakan.
Rasa-rasa yang terdefinisi, keseharusanyaan dan kejamakan dalam arus besar penguasaan.
Korban definisi pemenuh genapan kesesuaian keseharusnyaan, persamaan dalam kejamakan.
Persaingan dalam kesamaan untuk mendapatkan kemapanan, yang telah terdiktekan bentuknya.
Kecanduan akan kemapanan, yang telah menjadi iman terdalam kata hati kebenaran; pembenaran.

Maka Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Kecanduan akan kemapanan, yang telah menjadi iman terdalam kata hati kebenaran; pembenaran.

Maka Ikutilah kata hati, hati yang telah terdoktrinasi.
Atau mari bernyanyi dalam #senandungbunuhdiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)


